Ayat-ayat Ghadir

Sebagian orang meyakini bahwa ayat-ayat yang berkaitan dengan peristiwa Ghadir Khum telah diselewengkan oleh kalangan Ahlisunnah, dengan tujuan bahwa ayat yang dibahas yang membuktikan kekhalifahan Imam Ali as tidak terungkap? Tolong jelaskan pandangan Anda tentang distorsi ayat yang berkaitan dengan peristiwa Ghadir Khum.

Baca lebih lanjut

By bisnismandiri Posted in Tafsir

Ayat Ulil Amr

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا أَطيعُوا اللَّهَ وَ أَطيعُوا الرَّسُولَ وَ أُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنازَعْتُمْ في‏ شَيْ‏ءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَ الرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ ذلِكَ خَيْرٌ وَ أَحْسَنُ تَأْويلاً

Hai orang- orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan Ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar- benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Baca lebih lanjut

By bisnismandiri Posted in Tafsir

Ayat Shadiqin

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَ كُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Artinya:“ Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar.” (Surah At-Taubah, ayat 119).

Baca lebih lanjut

By bisnismandiri Posted in Tafsir

Ayat Mubahalah

فَمَنْ حَاجَّكَ فيهِ مِنْ بَعْدِ ما جاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعالَوْا نَدْعُ أَبْناءَنا وَ أَبْناءَكُمْ وَ نِساءَنا وَ نِساءَكُمْ وَ أَنْفُسَنا وَ أَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكاذِبينَ.

Siapa yang membantahmu (tentang kisah Isa) sesudah datang ilmu (yang sampai kepadamu), maka katakanlah (kepada mereka):” Marilah kita memanggil anak- anak kami dan anak- anak kamu, istri- istri kami dan istri- istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah, kemudian kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang- orang yang dusta.(Ali Imran; 61 )

Baca lebih lanjut

By bisnismandiri Posted in Tafsir

Ayat Wilayah

إِنَّما وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَ رَسُولُهُ وَ الَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَ يُؤْتُونَ الزَّكاةَ وَ هُمْ راكِعُونَ

Artinya:“ Sesungguhnya wali kalian adalah Allah, Rasulullah-Nya dan mereka yang beriman yang mendirikan shalat dan memberikan zakat dalam keadaan ruku.” (Surah Al-Maidah, ayat 55).

Baca lebih lanjut

By bisnismandiri Posted in Tafsir

Keutamaan Ahlulbait as Dalam Al-Qur’an

1. “Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus”. (Q.S. Al-Fatihah: 6)

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

Jabir bin Abdillah meriwayatkan dari Rasulullah SAWW bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menjadikan Ali, istri, dan kedua putranya sebagai hujjah-Nya atas makhluk-Nya, dan mereka adalah lautan ilmu di antara umatku. Barangsiapa mendapatkan petunjuk melalui mereka, ia telah mendapatkan hidayah ke jalan yang lurus”.

Baca lebih lanjut

By bisnismandiri Posted in Tafsir

Makna “al-Qurba” pada ayat 23 surah Syura

Apabila maksud pembicara dari sebuah redaksi atau kata-kata yang digunakan di dalamnya tidak jelas, pada setiap proposisi dan kalimat, maka ia harus ditelusuri pada indikasi-indikasi (qarâin) yang dapat menjelaskan maksud dari ucapannya itu. Terkait dengan ayat 23 surah al-Syura “Qul laa as’alukum ‘alaih ajran illa mawaddata fil qurbah” padanya terdapat indikasi-indikasi dan tanda-tanda yang membimbing dan membantu kita untuk memperoleh maksud yang sebenarnya dari firman Allah tentang al-Qurba.

Baca lebih lanjut

By bisnismandiri Posted in Tafsir

Al Quran dan Ahlul Bayt as

Ahlul Bait Dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab: 33

Dalam ayat ini Allah menyebut mereka Ahlulbait. Dia berfirman: “Innamâ yuridu l’llâhu liyudzhiba ‘ankumu l’rijsa ahla l’bayt wa yuthahhirakum tathhirâ”. Artinya: “Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan al-rijs dari kamu wahai Ahlulbait dan mensucikanmu sesuci-sucinya.” (QS. 33:33).

Imam Ja’far Al-Shadiq ditanya mengenai al-rijs yang terdapat pada ayat diatas. Beliau menjawab: “Al-Rijsu itu adalah al-syak (keraguan)”. (Ma’ani l’Akhbar).

Baca lebih lanjut

Amalan Baik yang Tidak Sesuai dengan Perintah Allah Maka Bersifat Setan

عَنْ اَميرِالمُوْمِنينَ عَلَيْهِ السَّلامُ قالَ: قالَ رَسولُ الله صَلّی اللهُ عَلیهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّم: لاقَوْلَ اِلاّ بِعَمَلٍ وَ لاقَوْلَ وَلا عَمَلَ اِلاّ بِنِيَّةٍ وَ لا قَوْلَ وَ لا عَمَلَ وَ لانِيَّةَ اِلاّ بِإِصابَةِ السُّنَّةِ[1]

 

Imam Ali as meriwayatkan Rasulullah Saw berkata: “Tidak ada ucapan yang bernilai kecuali dibarengi dengan amal baik, dan tidak ada ucapan dan amal yang bernilai kecuali dibarengi dengan niat yang mulia, dan tidak ada ucapan, amal dan niat yang bernilai kecuali sesuai dengan perintah (kewajiban) sunnah.”

Baca lebih lanjut

By bisnismandiri Posted in Irib